DPMPTSP Bantul Dorong Kemitraan UMK melalui Temu Bisnis
Dalam upaya memperkuat jejaring usaha dan membuka peluang kemitraan bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), DPMPTSP Bantul menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Kemitraan - Temu Bisnis bagi pelaku UMK sektor pertanian dan perikanan pada 25 Mei lalu. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris DPMPTSP Bantul, Dewanto Dwipoyono, SSTP., M.IP., dan diikuti oleh pelaku UMK dari sektor pertanian serta perikanan. Turut hadir pula Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, selaku OPD teknis pembina Sektor Perikanan dan Tanaman Pangan.
UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sektor pertanian dan perikanan menjadi salah satu bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui penguatan kemitraan dan perluasan pasar.
Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan yang sehat, aman, dan bergizi turut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menghadirkan produk berkualitas yang memiliki nilai tambah ekonomi. Namun demikian, pengembangan UMK pangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses pasar, peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar keamanan pangan, serta penguatan jejaring usaha.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari narasumber pertama, Diah Yuliantina W., S.SiT., Dietisien dari Instalasi Gizi RSUD Panembahan Senopati. Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan mengenai pelayanan gizi oleh Instalasi Gizi RSUD Panembahan Senopati, standar bahan makanan yang dibutuhkan, proses pengolahan bahan pangan, hingga alur penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Selain itu, Diah Yuliantina juga menyampaikan informasi terkait peluang kerja sama pengadaan bahan makanan untuk kebutuhan Instalasi Gizi RSUD Panembahan Senopati. Informasi ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi pelaku UMK untuk menjalin kemitraan yang lebih luas dengan institusi pelayanan kesehatan.
Sementara itu, narasumber kedua, Farkhan Nugroho, ST., M.Eng., dari Semanaak Warung dan Kopi selain menyampaikan pengalamannya dalam berbisnis, juga menginformasikan bahwa pihaknya terbuka terhadap peluang kemitraan dengan UMK yang mampu memenuhi kebutuhan produk sesuai menu dan standar usaha yang dijalankan. Selain peluang kerja sama dengan Semanaak, kesempatan kemitraan juga terbuka untuk restoran dan swalayan yang tergabung dalam grup usaha tersebut. Farkhan menjelaskan bahwa proses kerja sama akan melalui tahap kurasi dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting, seperti kualitas, kuantitas, harga, dan kontinuitas produk agar dapat memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.


Tidak hanya mengikuti paparan materi dan sesi diskusi interaktif, peserta fasilitasi juga membawa sampel produk masing-masing. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperkenalkan produknya secara langsung sekaligus membuka peluang penjajakan kerja sama dengan calon mitra.
Melalui kegiatan fasilitasi kemitraan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang saling menguntungkan antara pelaku UMK dengan berbagai pihak terkait guna meningkatkan kualitas produk, memperluas peluang usaha, serta mendorong terciptanya pangan sehat yang berdaya saing dan memiliki nilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan peluang kerja sama dalam pengembangan usaha pangan yang berkelanjutan.
~pm